after bachelor life~
hi smua.. hehe.. met malem.. dan salam sejahtera..
sepi.. hanya mengenal diri sendiri di suatu kota yang baru saja kukenal… itu yang kurasakan sekarang..
tinggal di suatu kota yang benar-benar baru
suatu kawasan yang asing
hanya mengenal beberapa orang yang hanya dapat ditemui di kantor
with less passion.. spirit..
mungkin ini adalah jawaban dari doa yang aku pinta dahulu.. aku pun sedang berusaha untuk mensyukuri dan percaya bahwa ada sesuatu yang baik di balik ini semua.. namun.. untuk sekarang rasanya cukup berat.. bukan dari sisi pekerjaan (mungkin belum)
namun dari sisi diri sisi lingkungan dan komunitas..
orang dapat saja berpendapat.. kan zaman sudah maju.. teknologi dimana-mana.. ada fasilitas chatting, jejaring sosial, dan lain sebagainya.. namun saya tidak merasa begitu..
mungkin saja karena belum terbiasa dengan kota ini.. dibandingkan dengan kota dimana saya mengenyam pendidikan Sarjana sungguh berbeda dari segi kenyamanan pribadi.. bukan karena di kota terdahulu banyak pusat hiburan seperti mal, karaoke dll..akan tetapi kenyamanan diri dan rasa aman.. itu yang saya rasakan setiap kali kembali ke kota itu.. bandung.. saya merasa lebih nyaman dan aman disana..
disini saya harus jauh-jauh mencari makanan, sedangkan ketika dibandung hanya perlu berjalan beberapa langkah saya sudah mendapatkan makanan enak nan murah, disini? saya tidak dapat menemukan hal serupa..
hal positif yang dapat diambil dari kota ini adalah kota ini adalah tempat saya mencari nafkah demi masa depan.. kota yang sepi dan tidak macet.. perumahan yang tertata rapi.. namun kehidupan disini belum dapat saya terima…
hhhh… terkadang saya berfikir.. mengapa saya tidak dapat melakukan hal yang saya inginkan? mengapa saya hanya mengikuti emosi?
hhhh… entah kapan saya dapat tersenyum dengan mudah setiap harinya seperti di bandung..
disini saya sering kali merasakan sepi.. memang saya tidak kehilangan contact dengan teman-teman dan kekasih.. namun.. di kota ini saya memang sendiri..
hmm.. mungkin juga ini adalah tahap yang harus saya lewati untuk persiapan di masa depan? namun.. jika saya tidak merasa aman dan nyaman.. apakah harus tetap dijalani?
memang dunia orang dewasa tidaklah mudah, penuh banyak lika liku, dan penuh dengan intrik..
jujur saja.. dulu saya takut menjadi drwasa.. namun lambat laun saya harus melewatinya… walaupun saya tetap memelihara sifat anak-anak dalam diri (bukan kekanak-kanakan ini berbeda). hehe..
saya pernah mendengar dari salah satu teman saya yang berkata.. jika kamu ingin menikmati hidup.. jangan buang sifat anak-anak di dalam diri mu..
-chibidz-
maju terus bro…pantang mundur..selamat menikmati hidung di cikarang yg penuh warna-warni….!
Jangan manja
Go..Go.. you can do it..!